Lokasi 3 Irigasi Tanah Laut
Informasi Studi Kasus

Jenis Proyek: Pelapis Saluran Irigasi di Kalimantan Selatan (Channel Lining)
Jenis Proyek (lainnya): Government 

Tanggal Mulai Proyek: October 2025 

Tujuan Proyek:
Tujuan utama proyek ini adalah untuk melanjutkan pembangunan sarana infrastruktur irigasi untuk persawahan di Kalimantan Selatan yang cepat dan efisien. 

Lokasi Proyek: Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. 

Jumlah Installer: 6 orang

Jumlah Concrete Canvas yang Digunakan: 475 m²

Format Roll: Bulk Roll

Tipe / Ketebalan: CCX-M

Metode Pemasangan (Layup): Melintang (Transverse) 

Peralatan yang digunakan

  • Webbing Sling 3 meter x 2 ton
  • Excavator
  • Cutter / utility knife
  • Palu
  • J-pin 25cm
  • Sekrup stainless steel 30 mm

Alternatif dan Alasan Memilih Concrete Canvas

Rencana awal pembangunan saluran irigasi menggunakan metode tradisional, seperti pasangan batu atau cast in situ. Namun, karena lokasi pemasangan berada di area persawahan dan tidak dapat diakses oleh kendaraan roda empat, penggunaan metode tradisional memerlukan waktu pengerjaan yang lebih lama, tenaga kerja yang lebih banyak, serta biaya yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pemilik proyek mencari alternatif material yang lebih efektif dan efisien. Penggunaan Concrete Canvas menjadi solusi karena material ini dapat dibawa ke lokasi pemasangan dengan bantuan tenaga kerja dan memiliki proses pemasangan yang lebih mudah serta lebih cepat dibandingkan metode tradisional. Proyek ini merupakan kelanjutan dari proyek yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.

Kondisi Lingkungan

Proyek ini berada di area persawahan, akses ke lokasi pemasangan ini adalah akses jalan setapak. Kondisi cuaca pada saat pemasangan cerah, tidak ada hujan yang tercatat selama proses pemasangan berlangsung.

Persiapan Lahan

  • Pembersihan saluran irigasi dari vegetasi
  • Pembentukan profil saluran irigasi
  • Pemasangan bekisting kayu 
  • Penggalian parit angkur pada kedua sisi bahu saluran

Metode Pemasangan, Perekatan, dan Penyegelan

Concrete Canvas CCX-M dipasang secara melintang untuk melapisi profil saluran irigasi. Bekisting kayu digunakan sebagai alat bantu pembentuk profil saluran agar diperoleh bentuk yang rapi, seragam, dan sesuai dengan desain. Karena keterbatasan akses menuju lokasi pemasangan yang hanya berupa jalan setapak, material Concrete Canvas harus dipotong terlebih dahulu (pre-cut) sebelum diangkut ke lokasi dalam ukuran yang lebih kecil. Setiap gulungan kecil Concrete Canvas yang digunakan untuk satu segmen saluran diangkut oleh dua orang pekerja dan ditempatkan pada bahu saluran yang akan dilapisi, dan digelar membentuk profil saluran tersebut oleh pekerja. Proses penggelaran Concrete Canvas dilakukan dari hilir ke hulu saluran. 

Metode sambungan yang diterapkan pada proyek ini adalah metode sambungan dengan sekrup. Sekrup yang digunakan merupakan sekrup stainless steel dengan panjang 30 mm, dan jarak pemasangan antar sekrup maksimal 10 cm. Selain itu, pada bagian parit angkur di kedua sisi bahu saluran, dipasang J-pin dengan panjang 25 cm, dengan jarak pemasangan di setiap segmen, yaitu di setiap 1,8 m.

Metode Hidrasi

Proses hidrasi pada proyek ini dilakukan dengan menggunakan selang yang terhubung ke pompa air, dengan sumber air diambil dari sumber air terdekat di sekitar irigasi tersebut.

Durasi Pemasangan

Proyek ini diselesaikan dalam waktu kurang lebih 4 hari, yang terbagi ke dalam dua tahap pelaksanaan, yaitu 2 hari pada tahap pertama di bulan Oktober dan 2 hari pada tahap kedua di bulan November. Produktivitas pemasangan diperkirakan sekitar 119 m² per hari, termasuk kegiatan persiapan lahan seperti penggalian parit angkur hingga proses hidrasi Concrete Canvas.

Keberhasilan Proyek

Proyek dinilai berhasil, dilihat dari dilanjutkannya pembangunan saluran irigasi ini dari pembangunan tahun sebelumnya. Owner merasa puas dengan kecepatan dan kemudahan pemasangan Concrete Canvas ini.